Pro 103 Links: Wisata - Berbagi informasi & pengetahuan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2019

Pulau Weh Sabang

Tentang Pulau Weh Sabang

Indonesia menyimpan begitu tidak sedikit keindahan alam yang menciptakan siapa saja bakal terhipnotis dengan segala pesonanya. Banyak lokasi wisata mengasyikkan yang dapat ditemukan di negeri ini. Salah satunya yakni Pulau Weh Sabang yang menjadi salah satu tujuan favorit semua traveler baik lokal maupun mancanegara.

Pulau ini menjadi pulau terluar di ujung barat Indonesia. Keindahan air laut yang berwarna kebiruan bakal memanjakan mata kita dan tentunya akan kerasan berlama-lama sedang di sini. Pulau ini pun  menawarkan lokasi pekerjaan berselancar dan menyelam yang sensasunya sungguh luar biasa. Di samping itu, tidak sedikit pantai yang secantik pantai Hawaii yang dapat Anda temukan di Pulau Weh.

Akses Menuju ke Pulau Weh

Lokasinya yang sedang di ujung barat Indonesia kemudian tak menciptakan pulau menjadi sulit untuk diakses, malah kemudahan mencapai indahnya pulau ini paling tersedia. kita yang berasal dari luar Pulau Weh tak perlu cemas memikirkan bagaimana teknik menuju ke tujuan wisata ini.

Selain memakai transportasi pribadi, kita juga dapat memakai jasa transportasi umum untuk mengarah ke ke lokasi yang estetis ini. Jika Anda hendak mengunjungi Pulau Weh, terdapat sejumlah penjelasan tentang akses mengarah ke kesana. Penjelasan ini bakal semakin memberi fasilitas Anda saat mengunjungi pulau ini.

Perjalanan melewati udara mengarah ke ke Aceh

Jika kita berasal dari luar pulau atau tempat yang terbilang jauh dari Pulau Weh Sabang, maka perjalanan kesatu yang mesti ditempuh yaitu mengarah ke ke Provinsi Aceh. Perjalanan mengarah ke ke sini dapat ditempuh dengan sejumlah cara, namun banyak sekali wisatawan lebih memilih transportasi melewati udara atau pesawat.

Pesanlah tiket pesawat dengan rute bandara yang sangat dekat dengan tempat Anda mengarah ke ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh. Di samping itu, kita juga dapat memilih Bandara Kuala Namu Sumatera Utara, lantas melanjutkan perjalanan mengarah ke Aceh dengan perjalanan darat selam tidak cukup lebih 12 jam.

Perjalanan mengarah ke ke Pelabuhan Ulee Lheue

Setelah mengerjakan perjalanan lewat udara mengarah ke ke Aceh, perjalanan selanjutnya akan mengarah ke ke Pelabuhan Ulee Lheue dengan kurun waktu selama 1 jam. Untuk mengarah ke ke pelabuhan ini terdapat sejumlah moda transportasi opsi mulai dari kendaraan pribadi, kendaraan umum damri, taksi becak motor, dan kendaraan khas Aceh yaitu labi-labi.
Perjalanan mengarah ke Pulau Weh

Setelah hingga di Pelabuhan Ulee Lheue, perjalanan selanjutnya ialah menuju ke Pulau Weh. Terdapat dua pilihan transportasi untuk mengarah ke ke pulau ini, yakni memakai kapal feri yang perjalanannya terbilang lambat dan menggunakan kapal cepat.

Terdapat tiga jadwal perjalanan kapal feri yang tersedia, yakni pada pagi hari pukul 08.00 WIB, siang jam 11.00 WIB, dan senja jam 16.00 WIB.  Harga tiket kapal ini lumayan terjangkau yakni Rp 25.000,- dengan lama perjalanan tidak cukup lebih 2 jam.

Sementara tersebut tarif guna kapal cepat ialah Rp 85.000,- dan melulu berangkat dua kali saja yakni pukul 08.00 WIB dan 14.30 WIB. Lama perjalanan memakai kapal ini yakni sekitar 45 menit.

Baca lebih lengkap mengenai Pulau Weh Sabang.

Destinasi wisata menarik lainnya:

Selasa, 02 April 2019

Kampung Keling Medan

Mengenal Kampung Keling Medan

Kampung Madras atau yang biasa pula dikenal dengan sebutan Kampung Keling Medan adalah nama sebuah area yang mempunyai luas tidak cukup lebih 10 hektar di Sumatra Utara, Kota Medan. Di Kampung Keling ada komunitas penduduk India dalam jumlah banyak. Kawasan Kampung Keling ini bertempat tepatnya salah satu kecamatan Medan Petisah dan Medan Polonia.

Berwisata ke Medan, traveler bisa singgah di Kampung Madras yaitu landmark Kota Medan. Disebut pula sebagai Kampung Keling, sebab mengekor julukan populer etnis India yang banyak sekali berkulit gelap atau keling.

Sejarah Kampung Keling

Kawasan Kampung Keling Medan tadinya disebut “Patisah”, lantas seiring berjalannya waktu merasakan perubahan nama jadi “Kampung Madras” supaya menggambarkan bahwa area tersebut adalahtanah asal penduduk keturunan bangsa India.

Dalam sejarahnya Kampung Keling di Kota Medan berawal sejak mula abad 19. Ketika itu, ada tidak sedikit orang-orang dari India Tamil datang dari negaranya ke Indonesia guna menjadi pekerja, yaitu sebagai buruh perkebunan tembakau. Pada masa itu, semua pemilik kebun tembakau memang lebih suka menggunakan tenaga kerja impor India karena mereka dikenal sebagai pekerja yang giat dan patuh pada atasan mereka.

Hingga semakin lama, kian banyaklah orang-orang dari India Tamil bekerja di Medan. Lambat laun tidak melulu orang-orang India Tamil, namun orang-orang India Cheyttar dan Punjab juga hadir ke Medan dalam rangka mengadu nasib. Di samping menjadi buruh di perkebunan, pendatang dari India tersebut juga bekerja dalam bidang konstruksi dan sebagai pedagang.

Dalam daftar BWS (Badan Warisan Sumatera), regu kesatu Tamil yang menginjakan kaki di Medan yakni sejumlah 25 orang di tahun 1873. Rombongan kesatu itu dipekerjakan oleh pengusaha berkebangsaan Belanda mempunyai nama Nienhuys yang adalahpemilik perkebunan tembakau. Kemudian perkebunan tembakau tersebut familiar dengan nama tembakau Deli.

Pengusaha tembakau itu menjadikan tanah Deli termasyur di kancah perniagaan internasional. Saking terkenalnya di masa itu, tanah perkebunan tembakau itu dijuluki sebagai “Tanah 1 juta Dollar”. Kemudian semakin tidak sedikit para buruh yang datang dari India sebagai buruh perkebunan, penjaga malam, supir, pengendali kereta lembu, maupun pekerja untuk membina jalanan dan waduk.

Ketika kolonial Belanda menegakkan cabang Bank De Jawasche di Medan tahun 1879, maka sebanyak orang Sikh bekerja sebagai penjaga. Dikarenakan peluang ekonomi dan kondisi di Medan pada masa tersebut sangat bagus, maka beberapa pendatang dari India pun membuka peternakan lembu. Hal itu didukung pula dengan bertambahnya permintaan terhadap pasokan susu ke Belanda. Kemudian tidak sedikit pendatang India yang sukses dengan usaha peternakan lembu sampai orang-orang keturunan India di Medan familiar sebagai semua produsen susu lembu murni.               

Baca lebih lengkap mengenai Kampung Keling Medan.

Destinasi wisata menarik lainnya:

        
Gunung Sibayak

Tentang Gunung Sibayak

Danau Toba, Gunung Sinabung, Air Terjun Dua Warna, Pulau Samosir ialah deretan daya tarik alam yang sangat estetis dan telah sukses menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara guna singgah di Sumatera Utara. Selain sejumlah nama lokasi wisata populer tersebut, ternyata Sumatera Utara pun mempunyai spot unik seperti wisata Gunung Sibayak yang paling menakjubkan dengan keindahan alamnya yang tidak butuh diragukan lagi.

Keindahan yang demikian ini dapat Anda dapatkan dengan menyusuri trek pemanjatan yang dapat tidaklah terlampau sulit untuk pendaki pemula. Sesampainya di puncak wisata Gunung Sibayak ini, kita akan menonton pemandangan alam yang paling mengagumkan dengan daya tarik kota Berastagi yang lokasinya dijepit oleh Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Tidak mengherankan andai kini lokasi wisata itu menjadi referensi wisata akhir pekan di Sumatera Utara.

Disebutkan bahwa di kawah wisata Gunung Sibayak yang mempunyai luas 40,000m ini terdapat suatu batu cadas yang selalu menerbitkan uap panas, sementara pada unsur yang landai di bawah kawah tersebut dapat dijadikan spot guna berkemah. Dalam sejarahnya, lokasi wisata ini pun dikenal dengan nama Gunung Raja menilik pada zaman dahulu distrik ini dikuasi oleh 4 raja yakni Raja Kutabuluh, Raja Sibayak Lingga, Raja Sarinembah dan Raja Suka Barusjahe.                       

Lokasi Gunung Sibayak

Bagi kita yang tertarik untuk merasakan pemandangan alam wisata Gunung Sibayak yang paling menakjubkan ini, Anda dapat segera meluncur ke dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dengan elevasi yang menjangkau 2.094mdpl, lokasi wisata yang sangat memukau ini tergolong bagian dari Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

Akses Ke Gunung Sibayak

Sedangkan untuk mencapai wisata Gunung Sibayak ini, Anda dapat memulai perjalanan dari pusat kota Medan dengan jarak sepanjang 60km. Bagi rutenya, Anda dapat menuju kota Berastagi yang lantas dilanjutkan dengan memungut jalan Jamin Ginting atau juga dapat Jalan Raya Sidikalang-Medan. Setibanya di Berastagi, perjalanan dilanjutkan dengan menempuh jarak 3km sampai akhirnya mendarat di tempat pendakian.

Jika kita datang ke wisata Gunung Sibayak ini dengan memakai kendaraan umum, maka perjalanan yang dibuka dari Simpang Pos Medan ataupun Jalan Jamin Ginting ini dapat ditempuh dengan menaiki kendaraan Bus Borneo, Bus Sinabung Jaya, Bus Sutra atau Bus Murni. Bagi menaiki bus ini dikenakan ongkos sebesar Rp 10,000. Dari kota Berastagi, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkot kama dan Anda dapat turun di tempat dekat jalur pendakian.                       

Baca lebih lengkap mengenai Wisata Gunung Sibayak.

Destinasi wisata menarik lainnya:

Pulau Palambak

Mengenal Pulau Palambak

Pulau Palambak merupakan tempat tersembunyi yang berada ditempat yang bisa jadi sulit guna dijangkau, tetapi penampakannya akan tidak jarang kali membius masing-masing mata yang sukses menemukannya, surga yang tersembunyi.

Dengan sistem pembatasan jumlah pengunjung disetiap harinya, pulau ini dapat mengontrol dan menjaga pesona alami yang ia miliki supaya tidak diganggu oleh ulah insan yang tak bertanggung jawab pada alam.

Pesona Pulau Palambak

Pulau Palambak menawarkan daya tarik yang mengagumkan dengan hamparan pasir putih yang tersebar disepanjang bibir pulau. Dengan suara riuh lambaian-lambaian pohon kelapa menawarkan dirinya guna dikunjungi dengan nama Pulau Palambak Besar. Meskipun pulau ini tergolong bagian wilayah Aceh, namun tidak sedikit pengunjung yang lebih memilih datang ke pulau ini melewati jalur dari Medan.

Melalui bandara Medan dan lebih dulu menghubungi pihak pengelola pulau untuk dikirimkan menuju lokasinya. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk dapat sampai ke pulau ini ialah sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan. Perjalanan air dilaksanakan dengan menumpang di kapal nelayan yang berkeinginan melaut ke pulau Balai, dengan masa-masa tempuh selama 4 jam.

Sesampainya di Pulau Balai, Kita dapat menginap di penginapan yang disediakan. Saran yang sangat tepat ialah menginap di penginapan Putri. Setelah hingga di Pulau Balai, hendaknya kamu segera menghubungi empunya penginapan di Pulau Balai supaya mencarikan kapal yang dapat digunakan guna berjalan-jalan menyusuri pulau-pulau kecil yang berada disekitar pulau selama mengerjakan perjalanan ke pulau Palambak Besar.

Pulau Palambak adalahpulau yang sepi. Disana kita dapat merasakan asyiknya bercengkrama dengan alam secara lebih dekat, lebih mendalam, dan lebih tenang tentunya. Pulau ini paling bersih, airnya jernih kebiruan, pasirnya putih dan paling halus.

Suasana yang paling didambakan  guna semua penyuka dan pengagum alam yang kaya dengan nuansa kedamaian. Pulau ini menyuguhkan segala hal estetis yang dipunyai alam. Ombak kecil yang riang saling berkejaran mengarah ke bibir pantai dan seakan mengolok-olok untuk berjabat, ia pulang luruh ditelan kerumunan air lainnya.                   

Baca lebih lengkap mengenai Pesona Pulau Parambak.

Destinasi wisata menarik lainnya:

Get notify via email